Prinsip kerja conveyor – Conveyor adalah salah satu jenis alat angkut yang paling sering digunakan sebuah pabrik dan berbagai bidang industri lainnya. Alat angkut pabrik ini sendiri bisa didapatkan dengan membeli langsung dari perusahaan yang menjual alat berat. Salah satu model conveyor yang paling sering digunakan ialah belt conveyor. Alat angkut ini digunakan untuk memindahkan berbagai jenis muatan unit load dan bulk load dengan lintasan horizontal maupun diagonal. Bagi Anda yang belum memahami tentang belt conveyor serta prinsip kerjanya, maka coba simak ulasan ringkas di bawah ini.
Fungsi Alat Angkut Belt Conveyor
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai prinsip kerja belt conveyor, ada baiknya Anda memahami tentang muatan unit load dan bulk load terlebih dahulu. Unit load merupakan semua jenis benda yang bisa dihitung jumlahnya per satuan, misalnya barang-barang yang berbentuk kotak dan lainnya. Sedangkan bulk load ialah beragam jenis material yang jumlahnya tidak bisa dihitung satu per satu, seperti pasir, batuan kerikil dan lainnya. Belt conveyor sebagai alat angkut terbaik mampu dioperasikan untuk mentransfer kedua jenis material tersebut. Tidak heran, sangat banyak perusahaan industri yang menggunakannya.
Salah satu yang membedakan belt conveyor dengan jenis conveyor lainnya terletak pada penggunaan sabuk. Jenis sabuk pada belt conveyor bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti dari bahan textil rubber belt, steel cord belt metal belt dan lainnya. Jenis sabuk yang paling sering digunakan ialah jenis textil rubber belt karena memiliki lintasan belt yang bisa disesuaikan, baik horizontal, inklinasi maupun kombinasi dari kedua jenis lintasan. Selain itu, belt conveyor memiliki sudut kemiringan yang koefisien gesek dan sifat material yang dipindahkan. Dalam praktiknya selama ini, sudut kemiringan yang sering digunakan berkisar antara 7 derajat hingga 10 derajat.
Prinsip Kerja Jenis Belt Conveyor
Sebagai salah satu angkut konvensional, jelas penggunaan belt conveyor lebih efektif dan efisien jika dibandingkan metode angkut kuno yang memanfaatkan tenaga manusia. Mesin angkut material ini juga dilengkapi sistem kerja yang sangat sederhana sehingga sangat mudah dioperasikan. Di mana inlet pada bagian sisi tail conveyor bekerja dengan bantuan chute plus bagian head material yang membuat sabuk kembali berbalik arah saat tiba di lokasi yang Anda sesuaikan. Sabuk akan digerakkan oleh sebuah drive atau head pulley dengan sumber tenaga motor penggerak. Head pulley lah yang bertugas menarik sabuk dengan prinsip adanya gesekan antara sabuk dan permukaan drum. Hal ini akan sangat mempengaruhi kapasitas perpindahan.
Singkatnya, prinsip kerja conveyor yang sederhana membuat banyak perusahaan industri tertarik menggunakan belt conveyor. Cukup memanfaatkan gaya putar, barang diangkut dan kemudian dijatuhkan. Saat belt mencapai bagian head, maka belt akan berputar kembali dan seluruh material yang melewatinya akan jatuh.




