Mechanical Electrical Contractor atau sering pula disebut dengan kontraktor mekanikal elektrikal adalah layanan kontaktor yang berkaitan dengan bidang mekanikal elektrikal (ME) dalam proses pembangunan gedung. Berkaitan dengan proses pengerjaan bangunan gedung, pekerjaan kontraktor ME memiliki beberapa bentuk hal yang harus dikerjakan.
Pekerjaan dari kontraktor ME
Pekerjaan kontraktor ME, diantaranya :
- Melakukan pemasangan instalasi listrik. Baik itu pada rumah atau bahkan gedung bertingkat.
- Melakukan pemasangan atau instalasi dari setiap mesin yang akan dipergunakan dalam bangunan gedung, seperti halnya mesin lift, lantai basement, mesin pompa air dan lainnya.
- Pemasangan instalasi elektrikal, dimulai dari pemasangan telepon, jaringan internet, pengaturan suara dan lainnya.
- Memasang serta melakukan instalasi AC, baik itu jenis AC yang dipasang di bagian atas plafond atau pun AC yang terdapat di bagian dinding ruangan.
Karena setiap pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor ME ini berkaitan dengan keadaan bangunan atau gedung, maka penting baginya untuk melakukan kerjasama yang baik dengan pihak arsitek yang bekerja dalam menentukan desain serta tampilan dari gedung itu sendiri.
Pekerjaan kontraktor sipil atau arsitektur
Sebelum menentukan kerjasama ada baiknya bagi anda untuk memperhatikan pekerjaan kontraktor arsitek berikut ini :
- Melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan struktur bangunan, termasuk landscape, serta interior bangunan.
- Dalam proyek pembangunan, kontraktor sipil juga dapat memegang kendali dari pekerjaan kontraktor ME dan tentunya bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukan oleh dirinya maupun kontraktor ME.
Kenali pertentangan untuk menghindarinya
Merujuk pada hal tersebut, tentunya seringkali terjadi pertentangan diantara kedua kontraktor itu tadi. Untuk menghindarinya, maka pastikanlah anda kenali beberapa bentuk pertentangan berikut ini :
- Pihak dari kontraktor sipil telah melakukan pemasangan dinding, termasuk memplester serta mengaci. Namun hal tersebut menjadi permasalahan bagi kontraktor ME, karena tidak sesuai dengan peletakan untuk instalasi listrik. Dengan demikian, dinding tersebut pun dibobok kembali dan kontraktor sipil tentunya harus mengerjakan proses pemasangan dinding sebanyak dua kali.
- Beberapa pekerjaan kontraktor ME memang seringkali dilakukan apabila pekerjaan dari kontraktor sipil selesai dilakukan. Namun ada pula diantaranya beberapa yang justru dikerjakan sebelumnya. Karena itulah, ada kalanya kontraktor ME yang harus mengejar pihak pemborong dari kontraktor sipil karena mereka tidak menyelesaikan pekerjaannya.
- Pertentangan lain juga muncul dari konstruksi bangunan dengan ketahanan yang tidak sesuai. Dalam hal ini sering kali pihak konstruksi ME mengeluh karena proses instalasi yang dilakukannya tidak dapat berjalan secara baik akibat dari struktur bangunan yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan pemasangan atau proses instalasi itu sendiri. Karena itulah dibutuhkan kerjasama yang baik diantara keduanya untuk menghasilkan proyek pembangunan dengan hasil berupa gedung yang berkualitas pula.
Demikianlah kiranya penjelasan singkat mengenai pekerjaan antara kontraktor mekanikal dengan kontraktor sipil arsitektur yang harus anda pahami.




