Banyak perusahaan baik nasional dan internasional lebih suka membuat pabrik di Indonesia. Hal ini tentu karena jumlah penduduk di Indonesia sangat cocok untuk industri dengan kebutuhan buruh yang banyak. Indonesia sendiri saat ini sedang subur dengan banyak industri rumahan. Industri rumahan ini tentu ada yang berkembang menjadi pabrik industri kecil yang bisa berperan untuk menyerap banyak tenaga kerja.

Dari situasi ini, Anda tentu bertanya – tanya mengapa tidak menggunakan robot untuk mempermudah produksi? Mengapa masih mengandalkan banyak pegawai jika ingin jalur produksi lebih baik? Robot sudah terkenal mengubah banyak pabrik menjadi tempat produksi yang baik. Tidak hanya tingkat produksi lebih cepat berjalan tapi juga biaya operasionalnya jadi jauh lebih sedikit.

Di luar negeri saja, robot digunakan untuk keperluan penggudangan. Jenis robot yang berperan di sini adalah robot palletizer. Kumpulan palletizer palletizer robot ini berguna untuk menyusun barang di atas palet papan. Nantinya jika sudah selesai menyusun, barang – barang ini akan dipindahkan ke gudang untuk penyimpanan. Penggunaan untuk penyusunan ini tentu terlihat sederhana, tapi jika menggunakan tenaga manusia, waktu yang akan dibutuhkan akan lebih lama.

Alat seperti ini bisa membantu industri apapun untuk kebutuhan sorting dan penyimpanan, jadi cukup fleksibel. Tapi mengapa alat ini masih sering tidak digunakan? Alasannya sebenarnya sederhana, karena industri yang dipilih di Indonesia kebanyakan masih memerlukan sentuhan tangan manusia. Tentu untuk industri pabrik besar, palletizer robot ini sudah banyak digunakan tapi untuk pabrik ukuran menengah dan kecil robot ini tentu tidak cocok. Bayangkan saja untuk produksi tas rajutan yang hanya mencapai 1.000 tas per bulannya tentu tidak perlu di stack rapi diatas pallet untuk digudangkan.

Hal lain yang menyebabkan banyak pabrik di Indonesia tidak menggunakan palletizer palletizer robot ini adalah staf yang diperlukan. Untuk keperluan instalasi, banyak penyedia jasa yang bisa digunakan. Tapi saat operasi masih sedikit karyawan yang bisa direkrut untuk mengawasi, mengoperasikan dan melakukan maintenance. Jika untuk semua keperluan ini pabrik harus mengandalkan jasa luar, biaya yang dikeluarkan tentu akan makin besar.

Selain itu industri pabrik di Indonesia masih berada di tingkat bawah jika dilihat dari rangkingnya dari seluruh dunia. Hal ini menandakan bahwa penggunaan industri di negara ini tidak akan sebanding dengan Jepang ataupun Amerika yang sudah mulai menggunakan full robot untuk keperluan industrinya.

Para rekrut yang bisa bekerja di lingkungan robot di Indonesia tentu sudah ada tapi karena robot pabrik tidak begitu populer, akhirnya tenaga kerja yang ini beroperasi di sektor lain. Tentu pabrik – pabrik besar bisa mendapat akses ke arus tenaga kerja ini, tapi untuk pabrik kecil, mereka tidak bisa membayar gaji yang sesuai. Orang yang mampu melakukan maintenance dan pengaturan pada palletizer palletizer robot tentu bisa dilatih, tapi hal ini menjadi biaya lagi.

Karena gabungan – gabungan masalah ini menggunakan robot di Indonesia masih tidak populer. Masalah ini tentu masih bisa diperbaiki untuk kedepannya. Hal seperti modernisasi dan perkembangan dunia industri di Indonesia masih bergerak dengan cukup cepat. Jika budaya efisiensi dan juga teknologi ini nantinya makin populer dan murah, banyak industri menengah yang pastinya bertransisi menjadi menggunakan robot.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan robot ini, Anda bisa cari tahu lebih detail untuk melihat jenis robot apa yang sesuai dengan usaha pabrik Anda. Semakin Anda tahu, semakin mudah Anda mengintegrasi penggunaan alat produksi efisien ini.