Belt conveyor adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan benda dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan rel yang dilapisi sabuk dari bahan tertentu. Alat ini bertujuan untuk mengefisienkan suatu pekerjaan agar lebih cepat dan praktis. Orang tidak perlu lagi berjalan dari satu tempat ke tempat tujuannya untuk memindahkan barang-barang kecil. Untuk barang-barang berat, penggunaan belt conveyor akan lebih efektif dan ekonomis dibanding penggunaan truk yang memakan biaya dan waktu.

Sabuk pada belt conveyor terbuat dari berbagai macam material, menyesuaikan kebutuhan barang yang diangkut. Berikut macam-macam material belt conveyor dan penerapannya :

1. Plastik

Material sabuk dari plastik ini memiliki sifat yang mudah dibentuk, namun memiliki ketahan yang kurang baik. Sabuk plastik ini  bisa menyesuaikan bentuk dengan lintasan conveyor yang berkelok-kelok. Material ini cocok digunakan untuk produksi makanan dan perlengkapan rumah seperti sabun mandi batangan.

Kelebihanya adalah dari segi harga produksi alat yang lebih murah dibanding material lain. Sifatnya fleksibel sehingga bisa mengikuti lintasan. Kelemahan dari penggunaan plastik sebagai material belt conveyor adalah tidak cocok untuk pengangkutan barang berat dan material ini cenderung mudah rusak.

2. Textile Rubber

Material sabuk dari bahan textile rubber ini adalah pilihan yang lebih awet dan kuat dibanding material plastik. Kendati secara harga lebih tinggi, material ini memberikan jaminan dan kualitas yang lebih baik dibanding material plastik. Textile rubber memiliki kelebihan dalam menahan laju barang, sehingga barang yang dipindahkan tidak mudah meleset dan meluncur keluar dari konstruksinya. Kelemahan material ini adalah dapat melebar seiring penggunaanya. Selain itu juga tidak cocok untuk memindahkan material panas karena mudah meleleh.

3. Kawat baja

Material sabuk dari kawat baja sangat umum digunakan dalam industri. Material ini punya ketahanan yang baik dalam menahan beban. Selain itu ikatan kawat baja juga lebih awet dan tahan lama dibanding material plastik atau textile rubber. Material kawat baja juga bisa menyesuaikan bentuk lintasan seperti kedua bahan di atas. Kekurangan dari bahan ini adalah tidak cocok untuk mengangkut barang industri kecil seperti obat dan biji-bijian karena beresiko terselip. Harga material ini juga lebih mahal dibanding dua bahan di atas.

4. Bucket belt

Bucket belt merupakan bentuk conveyor belt yang terdiri dari susunan ember. Bahan ini cocok untuk memindahkan barang produksi secara vertikal, terutama barang-barang berupa biji-bijian dan makanan ringan yang berukuran kecil. Kelebihan dari bucket belt adalah memberi jaminan agar material produksi tidak mudah tumpah atau tercecer pada saat pengangkutan antar unit kerja.

5. Rantai Baja

Rantai baja menjadi material yang populer untuk industri berat dan tambang seperti scraper conveyor. Kelebihan penggunaan rantai baja pada belt conveyor adalahdaya tahan akan berat dan suhu. Rantai baja dapat menahan bobot barang-barang berat seperti hasil tambang dan kontainer, selain itu juga tahan terhadap suhu panas barang produksi.

Namun material ini tidak bisa dibentuk berkelok-kelok. Lintasan untuk material rantai baja haruslah lurus, baik pada lintasan datar maupun miring. Kendati demikian, rantai baja adalah material terbaik untuk conveyor belt pada industri berat.